AlJannatulFirdaus

Cetusan Rasa Islam dan Hiburan

Sifat Tidur Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam

1. Tidur di awal malam

2. Menutup pintu, mematikan api dan lampu
- Perintah mematikan api dan lampu sebelum tidur adalah tindakan preventif sebelum terjadi kebakaran,apabila aman dari kebakaran -seperti keadaan lampu lampu masa kini, maka tidaklah mengapa menghidupkannya.(Lihat Syarah Muslim [XIII/163]).

3. menutup tempat makanan dan minuman


4. Berwudhu'
- Tidur dalam keadaan suci (berwudhu), sesuai dengan hadits yang berbunyi:
“jika kamu ingin ke tempat tidur maka berwudhulah”.

5. Shalat witir sebelum tidur

6. Mengebuti tampat tidur
-Mengibas tempat tidur (dengan kain), sesuai dengan sabda Rasulullah saw.:
“jika kalian mendatangi tempat tidur maka hendaklah di kibasi tempat tidurnya…karena ia tidak mengerti apa yang terjadi sesudahnya…(HR. Bukhari dan Muslim).

7. Membaca ayat Al Qur'an sebelum tidur;
- Dengan nama-Mu ya Allah!, aku mati dan hidup. (HR. Bukhari).
- Rasulullah saw. menggabungkan kedua tangannya dan meniupnya, dan membaca:
   surah al ikhlas, surah al falaq, surah an Nas.

Kemudian beliau menyapukan kedua tangannya ke tubuhnya di mulai dari kepalanya, wajahnya, dan bahagian depan tubuhnya beliau saw. membacanya sebanyak 3 kali. (HR. Bukhari).
- Dianjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat ayat Al Qur'an terlebih dahulu,          
   diantaranya:
a. Membaca ayat kursi
- Faidah dari membaca ayat ini ialah: barangsiapa yang membacanya maka Allah Swt. Akan senantiasa menjaganya dan terhindar dari setan.
b. Membaca: 
Artinya: “Dengan nama-Mu Ya Tuhan-ku, aku meletakkan lambungku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya, jika Engkau menahan rohku (mati) maka berilah rahmat padanya, dan jika Engkau melepasnya maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang sholeh”. (HR. Bukhari dan Muslim).
dan..
Artinya: “Ya Allah! Engkau yang telah menciptakan jiwaku dan Engkaupula yang mewafatkannya, mati dan hidupnya hanya milik-Mu, jika Engkau menghidupkannya (jiwaku) maka peliharalah, dan jika Engkau mematikannya maka ampunilah, Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu keselamatan”. (HR. Muslim).

8. Tidur dengan berbaring ke sisi kanan
- Tidur dengan lambung kanan,
”kemudian tidurlah dengan lambung kananmu…” (HR.Bukhari dan Muslim).
- Meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya,
“ ketika Rasulullah saw. tidur beliau meletakkan tangan kanannya dibawah pipinya..”. (HR. Abu Daud).
c. Membaca:
 Artinya: “Ya Allah! Lindungilah aku dari azab-Mu, ketika di bangkitkan hamba-hamba-Mu”.
Di baca tiga kali, (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Do’a ini di baca ketika tangan kanan di letakkan di bawah pipi.
d. Membaca: Subhanallah 33 kali, al hamdulillah 33 kali, dan Allahu akbar 34 kali, (HR. Bukhari dan Muslim).
e. Membaca:
Artinya: “Segala puji bagi Allah Yang memberi makan kami, memberi minum kami, mencukupi kami. Dan memberi tempat berteduh. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan orang yang memberi kecukupan dan tempat berteduh”.(HR. Muslim).
f. Membaca:
Artinya: “Ya Allah, Tuhan Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan Yang menguasai segala sesuatu dan Yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, dan aku berbuat kejelekan pada diriku atau aku mendorongnya kepada orang muslim”.(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
g. Membaca:
Artinya: “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu. Karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut pada (siksa-Mu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman) Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan (melalui malaikat) dan dengan (kebenaran) Nabi-Mu yang Engkau utus.(HR. Bukhari dan Muslim).
h. Membaca:
Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang menguasai langit yang tujuh, Tuhan yang menguasai ‘arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Tuhan yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (al Qur’an). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya. Ya Allah! Engkau-lah yang pertama. Sebelummu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang zahir, di atas-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang batin, di bawah-Mu tidak ada sesuatu, lunasilah utang kami dan berilah kekayaan kepada kami hingga terlepas dari kefakiran”.(HR. Muslim).
i. Membaca dua ayat terakhir dari surah al Baqarah, yaitu di mulai dari ayat:
- Barangsiapa yang membacanya di suatu malam, maka dua ayat tersebut akan mencukupinya (memeliharanya dengan izin Allah Swt.) dari gangguan setan dan lain-lain. (HR. Bukhari dan Muslim).
j. Membaca do'a sebelum tidur Banyak sekali doa sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, di antaranya:
"Bismika amuutu wa ahyaa"
"Ya Allah, dengan menyebut Nama Mu aku mati dan hidup". (HR. Al Bukhari (no. 6312))

9. Membaca surah al kaafiruun:
- faidahnya ialah: akan di bebaskan dari ke musyrikan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad, dan di shahihkan oleh Ibn Hibban dan al Haakim, dan di sepakati oleh ad zahaby, di sahihkan oleh al Hafidz Ibn Hajar serta di sahihkan oleh al Baany). · Imam an Nawawi mengatakan lebih afdal jika manusia mengucapkan semua do’a-do’a tersebut sebelum tidur, dan jika ia tidak sempat untuk membaca semuanya maka cukup ia membacanya sesuai kemampuannya.

· Dan jika di perhatikan pada umumnya setiap manusia tidur 2 kali dalam sehari semalam, oleh karena itu ia telah menerapkan sunnah-sunnah (do’a-do’a) ini atau sebagiannya dua kali, karena sunnah-sunnah ini tidak hanya di khususkan ketika akan tidur pada malam hari saja, akan tetapi juga meliputi tidur pada siang hari juga, karena hadits-hadits yang menunjukkan tentang do’a-do’a sebelum tidur adalah umum.

Faedah-faedah menerapkan sunnah-sunnah ini ketika akan tidur, ialah:
· Jika seorang muslim membaca tasbih-tasbih (do’a-do’a) ini sebelum tidur, maka akan di catat untuknya 100 sedekah, sesuai dengan hadits:
“Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah dan setiap takbir adalah sedekah serta setiap tahlil adalah sedekah…”. (HR. Muslim).
· Jika seorang muslim senantiasa membaca tasbih-tasbih (do’a-do’a) ini sebelum tidur, maka akan di tanam untuknya 100 pohon di surga, sesuai dengan hadits yang di riwayatkan oleh Ibn Majah tentang faidah zikir-zikir setelah shalat.
· Allah akan senantiasa menjaga seorang hamba yang mengucapkan do’a-do’a ini sebelum tidur, dan di jauhkan dari ganguan setan pada malam tersebut serta selamat dari segala kejahatan dan kebinasaan.
· Dengan membaca do’a-do’a tersebut seorang hamba telah menutup harinya dengan zikir kepada Allah ‘azza wa jalla, taat kepada-Nya, bertawakkal kepada-Nya, meminta tolong kepada-Nya dan meng-Esa-kan-Nya.

10. Mimpi Basah
Apabila kita bermimpi hingga keluar mani maka wajib untuk mandi. Hal ini berlaku bagi laki laki maupun wanita. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu'anha, ia berkata,
 "Telah datang Ummu Sulaim -istri Abu Thalhah- kepada Rasulullah seraya berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran, maka apakah seorang wanita wajib mandi jikalau dia mimpi basah?"
Rasulullah menjawab, "Ya, apabila dia mendapati air (mani)." (HR. Al Bukhari no. 282).
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, "Apabila seseorang bermimpi tetapi tidak mengeluarkan mani, maka tidak wajib baginya untuk mandi." (Al Mughni [1/26]).
Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata, "Apabila seseorang bangun dan mendapati basah pada badan atau pakaiannya maka hal ini tidak lepas dari tiga keadaan:
Pertama : Yakin bahwa yang keluar adalah mani, maka wajib mandi baik dia ingat mimpinya maupun tidak.
Kedua   : Yakin bahwa yang keluar bukan mani, dalam keadaan seperti ini maka tidak wajib mandi, akan tetapi cucilah apa yang terkena najis, karena hukumnya seperti air kencing.
Ketiga   : Tidak mengetahui apakah yang keluar itu mani atau bukan. Apabila ada indikasi yang menunjukkan bahwa itu mani, maka hukumnya dibawa ke hukum mani, apabila tidak, maka kembali ke asal yaitu tidak wajib mandi." (Asy Syarhul Mumti' [I/335]).

11. Do'a ketika bangun tidur
Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdo'a:
"Alhamdulillaa hil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaa tanaa wa ilaihinnusyuur"
"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepada Nya kami akan dibangkitkan." (HR. Al Bukhari no. 6312).

12. Hal hal yang dilakukan saat bangun tidur
- Mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun di tangannya.
- Bersiwak
- Be-istintsaar : Yaitu mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya.
- Mencuci kedua tangan tiga kali
Tidur dianggap sebagai ibadat seorang hamba kepada Penciptanya, sekiranya seseorang itu tidur mengikut sunnah Rasulullah SAW.Bagi memperjelaskan soalan anda, eloklah jika kita dapat melihat gambaran sunnah Nabi SAW dan adab-adab tidur seperti yang dikemukakan dalam kitab Syamail Muhammad SAW.
Antara hadis yang menerangkan adab tidur Nabi SAW adalah sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim bermaksud:
“Jika kamu akan tidur maka berwuduklah bagaikan kamu akan sembahyang, kemudian berbaring atas pinggang kanan dan bacalah doa ini (seperti doa yang dijelaskan selepas ini) dan jadikanlah bacaan doa itu yang terakhir daripada bacaanmu (perkataanmu).

”Dalam sebuah hadis diterangkan: Al-Barra’ bin Azib berkata:
“Adalah Rasulullah SAW jika akan tidur, mengiring ke sebelah kanan kemudian Baginda membaca:
Maksudnya: “Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu dan menghadapkan mukaku kepada-Mu dan menyerahkan semua urusanku kepada-Mu dan menyandarkan belakangku kepada-Mu kerana mengharap dan takut kepada-Mu, tiada perlindungan dan tiada tempat selamat daripada seksa-Mu kecuali kembali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang telah Engkau utus.” (Hadis riwayat Bukhari).

Dalam riwayat yang berasingan yang turut diriwayatkan oleh Al-Bara’ bin ‘Azib, beliau berkata:
“Sesungguhnya Nabi SAW apabila berbaring di tempat tidurnya, Baginda akan meletakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, lalu berdoa: “Rabbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Tu hanku, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” (HR. At-Tirmidzi).
Hudzaifah pula meriwayatkan: “Apabila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, maka Baginda berdoa:
“Allahumma bismika amuutu wa ahyaa (Ya Allah, dengan Asma-Mu aku mati dan aku hidup).”
Dan jika bangun dari tidurnya beliau berdoa:
“Alhamdu lillaahill adzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin-nu syuur (Segala puji bagi Allah, yang telah menghidup kan aku kembali setelah mematikan aku, dan kepada- Nya tempat kembali).” (HR. At-Tirmidzi).
Menurut Ummul Mukminin Aisya, yang berkata:
“Apabila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, Baginda akan menghimpunkan kedua-dua telapak tangannya, lalu meniup kedua-duanya dan dibaca pada kedua-duanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua-dua tangannya. Baginda memulakan dari kepalanya, mukanya dan bahagian depan badannya. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” (HR. At- Tirmidzi , lihat Kitab Sya mail Muhammad cetakan Telaga Biru, halaman 167-168).

Walaupun kita digalakkan mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan) dan berbantal dengan tangan kanan, namun tidaklah menjadi masalah apabila berubah posisinya ke sebelah sisi kiri. Perkara ini berdasarkan sabda Rasulullah:
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Arahan Nabi dalam hadis ini bukanlah merujuk kepada suatu yang wajib kerana dalam kesempatan yang lain Rasulullah SAW juga pernah mengubah kedudukan tidur Baginda. Dalam hadis yang sahih ini, Rasulullah sudah melakukan tidur secara terlentang dengan cara meletakkan satu kaki di atas yang lain sebagai mana maksud hadis:
“Daripada ‘Abbad bin Tamim, daripada bapa saudaranya, bahawasanya Rasulullah SAW tidur terlentang di masjid sambil meletakkan satu kaki di atas yang lain.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
Berkaitan dengan tidur telungkup pula ada sebuah hadis yang merujuk kepada tegahan Nabi SAW. Hadis ini bermaksud : “Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya sama ada ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur telungkup) seperti itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.”(HR. Abu Daud dengan sanad yang sahih).

Sebagai tambahan, satu huraian lanjut yang bermanfaat untuk diketahui oleh setiap Muslim, ada beberapa lagi adab yang dituntut amalannya sebelum tidur agar tidur itu menjadi ibadat di sisi Allah SWT.Ini disebabkan tidur adalah aktiviti harian yang tidak khusus kepada anak-anak.
Menurut Ab Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Kitab Ensiklopedia Adab Islam, antara adab tidur yang menjadi amalan Nabi SAW dan salafussoleh ialah:
Mengikhlaskan niat supaya tidur itu untuk memberi kekuatan untuk beramal selepas bangkit kelak.
Tidak tidur di tempat terbuka yang mudah dilihat manusia.Elakkan tidur sewaktu kekenyangan.
Tidur dalam keadaan suci.
Tidur dalam keadaan berwuduk.
Membaca surah dan ayat yang menjadi amalan Nabi SAW sebelum tidur.
Bercelak dengan celak. Ini berdasarkan hadis yang yang bermaksud:
"Hendaklah kamu tidur dengan bercelak kerana ia dapat mencerahkan pandangan dan melebatkan bulu mata."(Riwayat al-Tirmizi, Ibn Majah dan al- Hakim).
Mengerjakan solat sunat seperti witir sebelum tidur. Ini adalah berpandukan ke pada hadis riwayat Ahmad yang bermaksud:
“Orang yang tidak tidur sehingga dia mengerjakan solat witir adalah orang yang bertekad kuat.
Mengibas tempat pembaringan dengan hujung kain dan mengucapkan Bismillah seperti riwayat al-Tir mizi.
Bersiwak atau bersugi ketika bangun pada malam hari seperti yang diriwayatkan dari Ibn Adiy.

Sebagai kesimpulannya ada beberapa amalan yang wajar dilakukan bagi menjadikan tidur kita sebagai sumber kerehatan dan sebab mendapat reda-Nya. Manakala posisi tidur yang digalakkan berpandukan kepada hadis adalah di atas dada bahagian kanan. Kemudian perubahan yang berlaku dalam posisi selepas itu tidaklah menjadi masalah selagi tidak berkeadaan telungkup. Wallahu a’lam..

Ruby Bee


0 Komentar untuk "Sifat Tidur Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam"

RESEPI DARI CIK BEE

 
Copyright © 2014 AlJannatulFirdaus - All Rights Reserved
Template By Catatan Info